<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389</id><updated>2011-04-22T11:02:22.494+07:00</updated><category term='perfectionism'/><category term='motivasi'/><category term='produktifitas'/><category term='kepentingan'/><category term='sukses'/><category term='success'/><category term='Pengambilan Keputusan'/><category term='Karir'/><category term='saling pengertian'/><category term='time management'/><category term='kontemplasi'/><category term='core competence'/><category term='perfeksionisme'/><category term='kemiskinan'/><category term='perencanaan'/><category term='kerja keras'/><category term='interaksi'/><category term='keberuntungan'/><category term='waktu'/><category term='lotere'/><category term='suicide'/><category term='Peran'/><category term='Peluang Usaha'/><category term='merenung'/><category term='career'/><category term='bunuh diri'/><category term='fokus'/><category term='undian'/><category term='balance'/><category term='kreativitas'/><title type='text'>Sudut Inspirasi</title><subtitle type='html'>I have no special gift-- I am only passionately curious.
- Albert Einstein.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-6161302368759233421</id><published>2008-11-05T06:21:00.003+07:00</published><updated>2008-11-05T07:33:25.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><title type='text'>Sukses dari Kacamata Kendali Mutu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDpw8Z01rI/AAAAAAAAAB4/DpcwbzmT_fE/s1600-h/life_resized.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDpw8Z01rI/AAAAAAAAAB4/DpcwbzmT_fE/s320/life_resized.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264964991453550258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hukum Sebab-Akibat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemikiran industri kita mengenal model sederhana tentang proses.&lt;br /&gt;Ada masukan(input), proses dan keluaran (Output).&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Input - Process - Output&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bila kita analogikan dalam kehidupan, kesuksesan juga dapat dipandang dari model ini juga.  Untuk sukses sesorang butuh sumber daya (energi,uang,waktu,keahlian,metode dan sebagainya) sebagai bahan atau modal awal.   Kemudian dia harus menjalani serangkaian tahap untuk mengolah semua bahan tersebut. Dan terakhir dia memperoleh hasilnya (berupa sukses atau gagal).   Jadi tak akan pernah ada sebuah kesuksesan tanpa dua hal sebelumnya (tanpa sumber daya dan tanpa proses sebelumnya)!.  Hukum sebab-akibat berlaku di sini.   Sederhananya, dalam menyikapi suatu kegagalan atau keberhasilan, evaluasi-lah masukan dan proses-nya karena di sanalah sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Batasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada saat masih menjalani pekerjaan di bidang quality management, penulis terbiasa menggambarkan perjuangan hidup dalam konsep-konsep pengendalian mutu (quality Control Concepts) yang biasanya dipakai dalam dunia manufaktur. Dalam benak pada saat menghadapi segala sesuatu kita akan selalu berada dalam constraint (batasan-batasan tertentu), entah sumber daya, waktu, tenaga atau uang, dan sebagainya.   Batasan tersebut kemudian membuahkan kapabilitas atau kapasitas produksi kita.   Contoh sederhananya begini, seseorang yang memiliki modal pas-pasan tentunya memiliki kapasitas terbatas dalam memulai suatu bisnis baru.  Sebaliknya dengan modal yang lebih besar maka dia akan memiliki spektrum pilihan yang lebih lebar.   Seseorang dengan  tingkat keahlian rendah jelaslah dipandang memiliki kapabilitas yang rendah untuk menghasilkan produk yang bermutu terutama untuk jenis pekerjaan yang mengandalkan keahlian personal(personal skills) bukan pekerjaan yang lebih mengandalkan mesin.   Sesorang yang memiliki bekal pendidikan dan keahlian memadai akan lebih mudah bersaing dalam dunia kerja karena kapabilitasnya lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula bila kita berbicara tentang kesuksesan.   Hal ini juga tidak bisa terlepas dari batasan tadi.  Kendati demikian batasan tak selalu berarti membatasi atau menghambat kita untuk menjangkau tujuan yang tinggi. Selalu ada cara untuk keluar dari kotak batasan.  Kreativitas adalah hal lain yang juga penting untuk mengatasi keterbatasan. Contoh sederhananya adalah sesorang mungkin tidak memiliki keahlian khusus yang bisa diserap dalam dunia industri tetapi munkin dia bisa menjadi seorang entrepreneur yang berbakat. Batasan adalah landasan kita berpijak dan berfikir realsitis dalam menghadapi masalah dan tidak perlu menjadi penghambat. Dengan perkataan lain, untuk memiliki probabilitas kesuksesan lebih tinggi kita perlu memperkuat kemampuan /keahlian kita.   Belajar adalah satu-satunya sumber untuk mengatasi hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strategi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang kesuksesan berarti kita berbicara tentang efektivitas segala upaya untuk mencapai hasil.   Seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik tetap akan mengalami kesulitan meraih kesuksesan bila cara berfikir dan bertindaknya tidak efektif.  Contohnya terdapat begitu banyak pelamar kerja dengan latar belakang pendidikan dan keahlian tertentu melamar ke bidang atau posisi yang tidak tepat dengan persyaratan yang dituntut industri.  Seandainya dia memancing di kolam yang tepat tentunya dia tidak perlu menghabiskan enerji dan waktu tanpa hasil.  Pelamar seperti ini akan lebih berhasil mendapatkan pekerjaan bila membidik pekerjaan yang tepat dengan kualifikasi mereka sambil terus-menerus memperlajari kesalahan atau kekurangan yang terjadi dari setiap kegagalan proses melamar kerja mereka.   Dalam bisnis hal serupa juga terjadi.    Seseorang yang memiliki modal besar dan memulai sebuah bisnis tanpa konsep marketing yang jelas dan sistem manajemen yang memadai akhirnya harus menelan pahitnya kegagalan di dunia usaha.   Jadi efektivitas dari segala upaya harus dimulai dengan memfokuskan diri kepada tujuan-tujuan yang jelas.   Beberapa hal yang perlu dirumuskan pertama kali adalah apa tujuan spesifik yang ingin dicapai dan bagaimana rincian tindakan untuk mencapainya.   Dalam manajemen kita menyebut hal ini sebagai langkah perencanaan.   Ini adalah hal terpenting pertama yang perlu dipikirkan karena berisi arahan kemana kita hendak melangkah dan juga strategi bagaimana kita akan mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kendali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mungkin memiliki kapasitas yang besar untuk sukses namun bila dia tidak bekerja efektif maka peluang suksesnya pun mengecil.  Mengapa demikian? Karena sukses butuh pengendalian akan berbagai faktor penunjang kesuksesan, salah satunya pengendalian diri misalnya disiplin dan kemauan yang keras.   Semakin baik pengendalian ini maka probabilitas kesuksesan pun lebih tinggi.   Dalam dunia industri dikatakan bahwa mutu produk yang tinggi adalah buah dari sistem pengendalian mutu yang tinggi pula.   Dalam kehidupan sehari-hari bisa kita katakan bahwa seseorang yang sukses pastilah memiliki pengendalian diri yang tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-6161302368759233421?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/6161302368759233421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=6161302368759233421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/6161302368759233421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/6161302368759233421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2008/11/sukses-dari-kacamata-kendali-mutu.html' title='Sukses dari Kacamata Kendali Mutu'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDpw8Z01rI/AAAAAAAAAB4/DpcwbzmT_fE/s72-c/life_resized.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-6328744405762576326</id><published>2008-10-21T16:56:00.004+07:00</published><updated>2008-10-21T17:28:23.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerja keras'/><title type='text'>Sukses adalah Resultan dari Upaya.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SP2oJeXZt0I/AAAAAAAAABg/IPmLvQQo82o/s1600-h/sbc.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SP2oJeXZt0I/AAAAAAAAABg/IPmLvQQo82o/s320/sbc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259544820562114370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Layaknya kebanyakan orang aku kadang suka mempertanyakan hal-hal filosofis dan mendasar dalam kehidupan, seperti : apa sih sebenarnya hakikat dari sebuah kesuksesan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kesuksesan adalah suatu takdir? sebuah kebetulan? Betulkah sukses adalah buah dari kerja keras? dan yang semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lama-kelamaan aku membuat kesimpulan sendiri tentang hal satu ini.  Menurutku kesuksesan bukanlah hal yang final. Kesuksesan adalah resultan atau hasil aksi-reaksi dari begitu banyak upaya yang telah kita lakukan dalam hidup.   Artinya, untuk mencapai sukses, selain memiliki mimpi dan visi yang jelas tentang apa yang ingin kita capai (berkebalikan dengan yang sebagaian orang yakini bahwa kesuksesan akan datang sendiri dengan membiarkan segala seuatu nya spontan dan mengalir!), orang harus melakukan banyak upaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekali lagi banyak upaya, antara lain meliputi perencanaan (mungkin tak hanya single plan tapi multiple plan), lalu serangkaian aktivitas untuk merintis dan mewujudkan cita-cita tersebut.   Banyak orang memiliki mimpi yang bagus tapi sedikit saja yang mampu mewujudkannya. Mengapa demikian?    Banyak orang lupa bahwa mimpi (seberapa pun sederhanya) butuh kerja keras untuk mewujudkannya.   Seorang seniman atau musisi sukses butuh serangkaian aktivitas dan pengalaman (tak perduli lama atau singkatkah waktu yang harus dilalui) untuk mencapai popularitas yang saat ini dia nikmati.   Seorang politisi harus melalui serangkaian kampanye dan aktivitas padat dan melelahkan untuk meraih simpati para voter-nya, dan sebagainya.   Singkat-nya, tak ada kesuksesan yang datang tanpa sebab (baca: upaya yang jelas sebelumnya).  Kata sukses sendiri merupakan akibat dari serangkaian aktivitas yang dilakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, terakhir soal seberapa sukses.   Sederhananya menurutku tingkat kesuksesan seseorang pastilah disebabkan seberapa keras atau seberapa serius dia menjalani proses atau aktivitas untuk mencapai tujuannya itu.  Semakin keras dan maksimum pastilah hasilnya pun maksimum, karena sukses adalah resultan dari upaya termaksimum yang bisa dilakukan seseorang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-6328744405762576326?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/6328744405762576326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=6328744405762576326' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/6328744405762576326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/6328744405762576326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2008/10/sukses-adalah-resultan-dari-upaya.html' title='Sukses adalah Resultan dari Upaya.....'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SP2oJeXZt0I/AAAAAAAAABg/IPmLvQQo82o/s72-c/sbc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-1533909675014672894</id><published>2008-03-20T12:02:00.003+07:00</published><updated>2008-11-05T07:45:26.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='produktifitas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waktu'/><title type='text'>Teori Relatiftas dan Produktifitas Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDrnKD2_WI/AAAAAAAAACA/1weELY-NaBk/s1600-h/time_resized.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDrnKD2_WI/AAAAAAAAACA/1weELY-NaBk/s320/time_resized.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264967022344076642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size:20;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;emua orang pasti sudah tahu bahwa waktu adalah berharga. (Aku malas mengucapkan pepatah klise itu).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Waktu memiliki keunikan yang umumnya tidak disadari oleh banyak orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua tahu bahwa waktu tidak dapat disimpan (diakumulasi) agar dapat digunakan lagi keesokan harinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Waktu tidak pernah berhenti (tidak se-per-&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;nano&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; detik pun).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;waktu terdistribusi dengan adil dan merata alokasinya bagi semua orang, tak perduli usia, jenis kelamin atau status sosialnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua mendapat jatah yang sama.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Tetapi kendati sesederhana itu sifat alamiah waktu, banyak juga yang tidak mengerti “&lt;b style=""&gt;Hukum relatifitas waktu”&lt;/b&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Maaf, saya tidak ingin menjadi sepintar &lt;b style=""&gt;Einstein&lt;/b&gt; dengan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Teori Relatifitas&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-nya atau &lt;b style=""&gt;Stephen Hawking&lt;/b&gt; dengan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Theory of Everything&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-nya, saya cuma ingin menyebutnya “teori relativitas waktu&lt;i style=""&gt;”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Jadi sah-sah saja bila ada yang protes atau keberatan.) &lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam fiksi ilmiah seperti &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Heroes&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; atau &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;QuantumLeap&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; digambarkan bahwa teknologi manusia kelak mampu “melipat” &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;time and space continum&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;,dan menciptakan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;“worm hole”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; yang memungkinkan orang maju atau mundur dalam ruang dan waktu, namun faktanya hingga kini belum ada ynag mampu melakukannya&lt;i style=""&gt;. &lt;/i&gt;Menurut saya kendati waktu tergolong “kaku”, karena tidak dapat dilipat atau dibengkokkan, namun waktu memiliki “kelenturan” dalam relativitas dalam nilai-nya, relatif terhadap orang yang berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Contoh sederhananya begini, bagi seorang &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;decision maker&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; di sebuah perusahaan papan atas maka 1 (satu) atau 2(dua) menit selisih waktu akan bernilai untung atau rugi trilyunan rupiah.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Pada saat (dan alokasi waktu yang sama) bagi seseorang yang lain (misalnya, maaf, &lt;b style=""&gt;seorang &lt;i style=""&gt;pemulung&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;) 1 (satu) atau 2 (dua) menit yang sama tersebut bisa dibilang relatif &lt;i style=""&gt;“tidak ada bedanya”.&lt;/i&gt; Dengan perkataan lain bagi si pemulung tidak ada “biaya kesempatan” &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(opportunity cost)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dari selisih rentang waktu tersebut baginya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bagi seorang komandan, timing yang tepat yang diperhitungkannya dan yang dimilikinya dalam hitungan detik sekalipun bisa menentukan kemenangan peperangan ataupun keselamatan seluruh pasukannya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Jadi jelaslah waktu menjadi relatif dan “fleksibel” sesuai dengan “siapa’ orang-nya dan “bagaimana tingkat kepentingan” orang itu.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang mari kita ke diskusi yang lebih menarik.:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;Bagaimana agar waktu kita secara relatif bergeser dari yang bernilai “rendah” ke nilai yang lebih tinggi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apakah dengan meminta jatah waktu lebih banyak?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(tentu , tidak mungkin). Ataukah apa?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Anda bisa melihat bahwa sebenarnya &lt;i style=""&gt;hukum relatiftas waktu&lt;/i&gt; selalu bekerja secara konsisten.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sederhananya begini , &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;kendati waktu adalah kaku dan tidak dapat dimanipulasi (tak bisa di hentikan, dpercepat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ataupun diperlambat) akan tetapi waktu bernilai relatif tidak sama bagi dua orang yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apa yang membedakan ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Salah satu kata kuncinya adalah &lt;b style=""&gt;Produktifitas&lt;/b&gt; manusianya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apabila anda, (ya benar, anda!), mampu memanfaatkan jumlah yang sama dari waktu yang ada untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih baik dari sebelumnya maka anda sebenarnya telah menaikkan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;harga relatif&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; waktu anda, &lt;u&gt;alias&lt;/u&gt; anda lebih “ber-nilai tambah atau “lebih produktif dibandingkan sebelumnya. (ataupun dibandingkan dengan orang lain?). Bila demikian halnya maka konsep ini bisa pula dinamakan “Hukum Produktifitas Waktu”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadi, bila anda sadar telah memiliki “sumber daya yang langka” yang bernama “waktu”, maka manfaatkanlah dengan se-produktif mungkin.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Itu saja, prinsipnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selamat memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang produktif!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-1533909675014672894?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/1533909675014672894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=1533909675014672894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1533909675014672894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1533909675014672894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2008/03/teori-relatifitas-dan-produktifitas.html' title='Teori Relatiftas dan Produktifitas Waktu'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDrnKD2_WI/AAAAAAAAACA/1weELY-NaBk/s72-c/time_resized.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-1338452687214853950</id><published>2008-03-03T16:43:00.002+07:00</published><updated>2008-03-03T16:48:40.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='balance'/><title type='text'>Rule of Balance</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:6;"&gt;&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;anyak hal dalam hidup kita ini yang merupakan &lt;i&gt;keseimbangan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya esensi kehidupan salah satunya adalah soal keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bekerja dan juga beristirahat. Kita harus berusaha dan juga berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bersemangat tinggi tetapi juga pasrah kepada kekuasaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mencari uang dan juga harus mengeluarkan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaman tidaknya kehidupan kita, juga sedikit banyak, dapat dilihat indikasinya dari keseimbangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi marilah meninjau kembali keseimbangan hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-1338452687214853950?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/1338452687214853950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=1338452687214853950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1338452687214853950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1338452687214853950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2008/03/rule-of-balance.html' title='Rule of Balance'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-4434420953158490723</id><published>2008-03-03T16:33:00.004+07:00</published><updated>2008-11-05T08:00:04.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepentingan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='interaksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='saling pengertian'/><title type='text'>Kita Tidak Akan Pernah Mampu Merubah Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDtYmLeO1I/AAAAAAAAACI/uj1Ed34oVrY/s1600-h/City+Nights+copy.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDtYmLeO1I/AAAAAAAAACI/uj1Ed34oVrY/s320/City+Nights+copy.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264968971217419090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;J&lt;span style="font-weight: normal;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;udul di atas &lt;/span&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;erdengar pesimistis?  Tidak juga, karena sudut pandang tulisan ini bukan tentang perubahan tetapi lebih kepada bagaimana kita memandang lingkungan kita.   Dalam kehidupan kita tidak pernah bisa menghindar dari interaksi dengan orang lain.  Kendati kita lahir sendirian (dan meninggalkan dunia ini sendirian pula), kita selalu bertemu dan berurusan dengan orang lain.   Mulai dari Ibu yang mengurusi kita, pembantu, teman, atasan, rekan kerja, bawahan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam interaksi tersebut selalu ada kondisi yang tidak senantiasa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"win-win solution" &lt;/span&gt;alias ada saja yang agak dikalahkan atau dimenangkan (tergantung posisi tawar / bargaining posisition masing-masing fihak).   Anak kecil akan merengek atau menangis sekerasnya agar permintaannya dipenuhi.  Seorang isteri akan merajuk agar kemauannya diperhatikan suami.  Sekelompok karyawan melakukan aksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;demo&lt;/span&gt; untuk menuntut kenaikan upah, dan sebagainya.  Singkat kata, semua orang memiliki kebutuhan dan keinginan.  Dan semua orang ingin kebutuhan dan keinginannya itu didengar dan dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian akan ada banyak perbedaan kepentingan dan akan timbul sejumlah konflik.   Bagaimana kita sebaiknya menyikapi keadaan demikian?   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, kita harus mengerti bahwa ada banyak fihak dengan banyak kepentingan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, kita harus sadar seberapa besar posisi tawar kita. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, kita harus memiliki teknik dan pendekatan yang tepat untuk memenangkan negosisasi-nya. Dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt; (tidak kalah peting), kita harus siap menerima seandainya kebutuhan/keinginan kita tidak dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak siap maka kita akan selalu frustrasi.   Pada kenyataannya banyak orang yang berpikir bahwa dirinya harus selalu menjadi pusat perhatian.  Harus didengar, harus dimengerti.  Padahal hal semacam ini hampir tidak mungkin terjadi (kecuali dengan cara paksa). Dan terus terang,  ini adalah pola pikir yang cenderung &lt;span style="font-style: italic;"&gt; selfish&lt;/span&gt; (egoistis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia (lingkungan sekitar kita) tidak akan pernah mengerti kita hingga kita mampu mengkomunikasikan kebutuhan atau kepentingan kita. Jika kita diam maka tidak ada yang tahu.   Jadi adalah kurang bijaksana bila kita berharap semua orang akan mengerti kita.  Lebih buruk lagi bila kita berharap bahwa dunia akan berubah demi kepentingan kita. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, hal semacam itu tidak mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada adalah kita lah yang harus berubah (menyesuaikan diri) dengan dunia.   Dimulai dari berkomunikasi, berinteraksi atau berdialog. Barulah pemahaman dan saling pengertian itu bisa terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-4434420953158490723?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/4434420953158490723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=4434420953158490723' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/4434420953158490723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/4434420953158490723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2008/03/kita-tidak-akan-pernah-mampu-merubah.html' title='Kita Tidak Akan Pernah Mampu Merubah Dunia'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/SRDtYmLeO1I/AAAAAAAAACI/uj1Ed34oVrY/s72-c/City+Nights+copy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-2583652603306733149</id><published>2008-03-03T13:05:00.005+07:00</published><updated>2008-03-03T13:54:38.001+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perfectionism'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perfeksionisme'/><title type='text'>Mitos Seputar Perfeksionisme</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ila Wikipedia mendefinisikan perfeksionisme &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Perfectionism) &lt;/span&gt;sebagai &lt;a style="color: rgb(255, 255, 102);" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Perfectionism"&gt;mental disorder atau  filsafat yang agak utopis&lt;/a&gt; maka saya lebih senang menyederhanakannya menjadi : &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 153);"&gt;sebuah disiplin kuat dalam hidup yang ekstra ketat memperdulikan detail dan kelengkapan untuk mencapai hasil yang maksimum.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada banyak &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mitos&lt;/span&gt; yang beredar di masyarakat seputar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"perfectionism"&lt;/span&gt; ini.  Salah satunya adalah bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;perfeksionisme dipandang sebagai kelainan kejiwaan &lt;/span&gt;yang mengganggu dan menghambat kehidupan individual dan sosial seseorang.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well&lt;/span&gt;, tanpa bermaksud menentang pendapat tersebut saya kurang sependapat dengan angapan demikian.   Sebagaimana &lt;a style="color: rgb(255, 255, 51);" href="http://more-personal-with-aldi.blogspot.com/2008/02/perfectionist-in-not-so-perfect-world.html"&gt;definisi tentang perfeksionisme di atas&lt;/a&gt;, saya tidakmengangapnya sebagai penghambat.   Sebaliknya, perfeksionisme merupakan &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;agen kemajuan&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(255, 255, 204);"&gt;faktor pendorong&lt;/span&gt; kesuksesan.   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Perfeksionist&lt;/span&gt; biasanya sangat rinci dalam menangani suatu proyek : &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;rinci dalam perencanaan dan sempurna dalam eksekusi atau pelaksanaan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;   Lantas, apa yang salah dengan itu?   Tidakkah kesempurnaan cara kerja dan hasil kerja adalah tujuan semua orang.   Tidakkah semua orang mencintai pekerjaan yang &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 255, 51); font-weight: bold;"&gt;"masterpiece"&lt;/span&gt; dan memberi kredit yang tinggi terhadap hasil pekerjaan semacam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tuhan itu sendiri Maha Sempurna&lt;/span&gt; dan menuntut kesempurnaan dalam Ciptaan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nya&lt;/span&gt;?  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, what's wrong with being perfect? &lt;/span&gt;  Seorang penulis kondang saja sampai menjuluki bukunya &lt;span style="color: rgb(255, 255, 0); font-weight: bold;"&gt;"In Search of Excellence"&lt;/span&gt;?    Tidakkah semua orang harus sempurna dalam bekerja, beribadah, bergaul, berprestasi, bersekolah,berumah tangga dan berbisnis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sekali lagi apa salahnya dengan menjadi sempurna?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-2583652603306733149?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/2583652603306733149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=2583652603306733149' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/2583652603306733149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/2583652603306733149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2008/03/mitos-seputar-perfeksionisme.html' title='Mitos Seputar Perfeksionisme'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-3409130829177513368</id><published>2008-03-02T08:16:00.006+07:00</published><updated>2008-03-02T08:57:13.341+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fokus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='core competence'/><title type='text'>Out of Focus</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;elum lama ini seorang teman mendatangi saya dan "curhat" tentang kegagalan dala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;m karirnya.     Dia telah berpindah-pindah pekerjaan dan bahkan pernah mencoba membuat usaha sendiri tapi semuanya berujung kepada kegagalan dan kerugian.   Hal ini benar-benar membuatnya  frustrasi. Mirip dengan cerita teman tersebut, salah satu saudara perempuanku pun mengalami hal yang serupa (&lt;a href="http://aldiscorner.blogspot.com/2008/02/are-we-destined-for-our-failure-or.html"&gt;Are we destined for our failure or success&lt;/a&gt;) Tanpa bermaksud untuk menjadi motivator seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mario Teguh&lt;/span&gt;, saya mengajukan pertanyaan kepadanya, apa hal yang paling mengundang minat atau hasratnya dalam hidup?   Dengan naif, teman tersebut menyebutkan beberapa hal, yang katanya adalah "bakat" dan "hasrat"nya.   Karena terlalu banyak minat dan bakatnya itu maka saya pertajam lagi pilihannya : diantara semua "hasrat dan minat " tersebut mana yang paling anda kuasai?   Dan seperti yang saya duga sebelumnya, teman ini terbata-bata dan tidak mampu menjawabnya.   Secara sederhana, dia memiliki keinginan sukses dan memiliki hasrat yang kuat, tetapi masalahnya dia tidak begitu menguasai "apa kekuatan dan apa kelemahannya".   Karena begitu banyak yang dicoba (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;which is&lt;/span&gt; mungkin berada di luar zona kemampuannya) maka waktu dan energi nya selama ini hanya dihabiskan dengan upaya uji coba yang tidak efektif.  Sebagai buahnya tidak ada pencapaian sebagaimana yang dia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berawal dari pertanyaan bodoh saya tadi, diskusi kami akhirnya terpusat kepada upaya mencari apa sebenarnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;keahlian inti&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(core competence)&lt;/span&gt; dari temanku ini.  Dari sana kami menggali dan menyusun beberapa peluang dan alternatif yang bisa digarap atau dikejarnya, entah berupa karir di sebuah perusahaan atau bidang usaha yang ingin dia geluti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, sang teman ini kini tengah memfokuskan diri kepada "zona keahlian"nya.   I&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ntead of trying everything and waste things, he had tried few things and earn things&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kini dia telah berhasil?  Tentu saja tidak semudah itu, tapi paling tidak dia sedang mengarah ke sana.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-3409130829177513368?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/3409130829177513368/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=3409130829177513368' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/3409130829177513368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/3409130829177513368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2008/03/out-of-focus.html' title='Out of Focus'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-1762783445529481523</id><published>2007-09-23T08:19:00.000+07:00</published><updated>2008-12-13T15:57:08.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sukses'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lotere'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perencanaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keberuntungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undian'/><title type='text'>Mentalitas Pemenang Undian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvXEVEgWmhI/AAAAAAAAABI/GNuOWCeD7Bs/s1600-h/brainpower.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvXEVEgWmhI/AAAAAAAAABI/GNuOWCeD7Bs/s200/brainpower.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5113208818214803986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;T&lt;/span&gt;anadi Santoso di dalam salah satu acara radio &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Business Wisdom&lt;/span&gt;-nya mengatakan bahwa berpikir positip saja tidaklah cukup tetapi lebih penting lagi bila melakukan eksekusi dengan baik.  Menurut saya tidak dapat dikatakan bahwa salah satu dari kedua hal tersebut (berpikir positip dan eksekusi yang baik) adalah lebih penting dari yang lain.  Lebih tepat kiranya bila kita menyebut keduanya (danb juga hal-hal penunjang lain) sama pentingnya.   Mengapa? Karena keduanya bersifat saling melengkapi.  Bila anda memiliki ide yang cemerlang maka itu adalah hal yang baik.  Tetapi akan lebih baik lagiu bila anda merealisasikannya.   Anda mungkin memiliki niatan yang baik untuk melakukan suatu kebaikan (misalnya amal).   Tentunya akan lebih baik bila anda akhirnya benar-benar melakukannya.  Berpikir positip juga merupakan landasan yang baik bagi kesuksesan.  Kondisi mental yang nyaman akan menunjang anda untuk berpikir dan melakukan tugas dengan baik dan efisien.  Namun untuk benar-benar berhasil, anda perlu lebih banyak hal : perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.   Sekarang mari kita membahas sebuah fenomena menarik.  Apa yang terpikir bila anda melihat seseorang yang sukses tetapi tanpa pemikiran atau perencanaan sebelumnya?  Well, kita boleh menyebutnya seorang yang beruntung tapi tidak ada jaminan bahwa dia mampu mengulang keberhasilan yang sama di masa depan. Mengapa? Sederhana saja, dia tidak memiliki gambaran yang utuh tentang rahasia kesuksesannya. Jadi bagaimana mungkin dia mampu mengulanginya lagi? Mentalitas pemenang Lotere ini dapat membawa seseorang kepada keadaan frustrasi.  Anda pernah sukses suatu saat tapi tidak mampu sukses di kesempatan yang lain.   Dalam pembahasannya tentang ceruk pasar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(niche)&lt;/span&gt; dalam buku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nichecraft&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lynda Falkenstein&lt;/span&gt; menyatakan : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"The problem with falling into something good is that you could also just fall into something bad. Worst of all, when a niche happens by accident you can't replicate it, because you don't know the process that you went through in the first place."&lt;/span&gt;  Keberhasilan tidaklah merupakan tujuan semata tetapi hakikatnya sebuah perjalanan yang anda lalui sambil membawa asumsi positip, rencana, pelaksanaan dan pengendalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-1762783445529481523?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/1762783445529481523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=1762783445529481523' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1762783445529481523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1762783445529481523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/09/mentalitas-pemenang-undian.html' title='Mentalitas Pemenang Undian'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvXEVEgWmhI/AAAAAAAAABI/GNuOWCeD7Bs/s72-c/brainpower.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-729336745404238738</id><published>2007-09-22T06:14:00.001+07:00</published><updated>2008-12-13T15:57:08.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='merenung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontemplasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunuh diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suicide'/><title type='text'>Jangan merenung lalu bunuh diri !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvRVgkgWmgI/AAAAAAAAABA/47ZJalhl0uw/s1600-h/banner_i2c_3.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvRVgkgWmgI/AAAAAAAAABA/47ZJalhl0uw/s200/banner_i2c_3.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112805495015905794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang teman lama saya yang sangat membenci bila mendengar kata "kontemplasi" (contemplation=perenungan) dari saya. Katanya kata kontemplasi berkonotasi "suicidal" alias bunuh diri. Tentu saja saya mengelak dari anggapannya itu karena bagi saya kontemplasi tidak sama dengan rencana bunuh diri.   Singkatnya ada beberapa pandangan tentang ini.  Sebagian kaum optimis memandang kontemplasi sebagai sarana untuk menemukan kekuatan diri ke dalam dengan perspektif positif.  Kelompok lain menganggap kontemplasi sebagai pekerjaan sia-sia dan cenderung ber-perspektif negatif (pesimisme).  Bagi saya kontemplasi adalah penting untuk memberikan peluang bagi pribadi kita untuk melihat sejauhmana kita sudah melangkah, apa kendala yang kita hadapi, kekuatan apa yang kita miliki, peluang apa yang bisa muncul dan sebagainya.   Sederhananya kontemplasi membantu membangun integritas diri dalam menghadapi masalah kehidupan.  Tentu saja kontemplasi dapat pula terseret ke arah yang sebaliknya (negatif/pesimisme) bila pendekatan (approach) perenungannya adalah melihat kekurangan diri dan betapa sulitnya masalah dan hambatan yang kita hadapi.  Buah dari kontemplasi semacam ini memang adalah frustasi dan putus asa.  Maka tidak salah juga bila teman saya tadi menilai kontemplasi sebagai pekerjaan yang cenderung "suicidal" (mendekati rencana bunuh diri).   Tetapi, semuanya tergantung kepada diri kita sendiri.  Ada banyak cara untuk meraih atau memenangkan kembali kekuatan kita (our inner self). Kontemplasi hanyalah salah satu daripadanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-729336745404238738?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/729336745404238738/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=729336745404238738' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/729336745404238738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/729336745404238738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/09/jangan-merenung-lalu-bunuh-diri.html' title='Jangan merenung lalu bunuh diri !'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvRVgkgWmgI/AAAAAAAAABA/47ZJalhl0uw/s72-c/banner_i2c_3.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-1137975111286921549</id><published>2007-09-15T08:49:00.000+07:00</published><updated>2008-12-13T15:57:08.667+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='success'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='time management'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='career'/><title type='text'>Seandainya Saya Memiliki Lebih Banyak Waktu....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvRL-kgWmfI/AAAAAAAAAA4/nt5X-LtvQnk/s1600-h/watching+time.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvRL-kgWmfI/AAAAAAAAAA4/nt5X-LtvQnk/s200/watching+time.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5112795015295703538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A&lt;/span&gt;da beberapa komentar standar yang biasa dilontarkan orang bila membicarakan waktu, seperti :" Saya tidak mempunyai waktu..", "Saya sulit mengatur waktu", dan "Seandainya saya mempunyai lebih banyak waktu". Singkatnya, banyak orang berharap diberikan waktu lebih banyak agar dapat melakukan banyak hal. Para orang tua ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk anak-anaknya. Karyawan memohon agar tenggat waktu     penyelesaian tugas mereka diperpanjang. Para pengusaha berharap agar para pelanggan mereka memahami lamanya waktu produksi dan pengiriman barang. Semua orang mendambakan waktu yang lebih banyak. Sayangnya,waktu tidak dapat diajak berkompromi. Waktu akan terus berdetak teratur tanpa menunggu siapapun. Time waits for nobody! Siapa yang tidak pandai mengelola waktu akan mengalami banyak hambatan dalam mencapai cita-citanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Denis Waitley&lt;/span&gt; dalam bukunya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;The Joy of Working &lt;/span&gt; mengungkapkan hal ini dengan indah : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Time is an equal opportunity &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;employer. Each human being has exactly the same number of hours and &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;minutes everyday. Rich people can't buy more hours. Scientist can't &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;invent new minutes. And you can't save time to spend it on another day… &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Success depends upon using it wisely – by planning and setting &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;priorities"&lt;/span&gt;. Jadi menurut &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Waitley&lt;/span&gt; kita tidak akan pernah bisa menuntut lebih banyak waktu karena waktu tidak bisa kita manipulasi. Namun kita bisa mengelola dan menggunakannya dengan baik melalui perencanaan dan prioritas. Dengan demikian waktu kita bisa dipergunakan dengan optimal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-1137975111286921549?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/1137975111286921549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=1137975111286921549' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1137975111286921549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1137975111286921549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/09/seandainya-saya-memiliki-lebih-banyak.html' title='Seandainya Saya Memiliki Lebih Banyak Waktu....'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RvRL-kgWmfI/AAAAAAAAAA4/nt5X-LtvQnk/s72-c/watching+time.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-1350190448093843380</id><published>2007-09-01T14:12:00.001+07:00</published><updated>2008-12-13T15:57:08.945+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karir'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengambilan Keputusan'/><title type='text'>Kita Tidak Mungkin Mendapatkan Segalanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RtkVaivfnWI/AAAAAAAAAAw/0PtK5mx-tOg/s1600-h/Sculpture+face.jpg"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RtkVaivfnWI/AAAAAAAAAAw/0PtK5mx-tOg/s200/Sculpture+face.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105135198347959650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;H&lt;/strong&gt;idup adalah tentang pilihan.  Kita tidak dapat memiliki semuanya.  Seoptimum apapun keputusan atau pilihan kita tetaplah ada pengorbanan.  Dalam dunia ekonomi ada istilah &lt;i&gt;"trade-offs"&lt;/i&gt;, dimana bila kita mendapatkan sesuatu maka pada saat yang sama kita akan mengorbankan sesuatu.  Bila kita mengejar kemajuan di bidang industri maka kita tidak dapat begitu saja mengelak dari dampak negatip kemajuan tersebut. Mulai dari berkurangnya kualitas udara, air dan sumber alam lain hingga bergesernya gaya hidup yang semula tradisional-kekeluargaan menjadi lebih individualis.  Singkat kata, setiap pilihan berarti ada pengorbanan.   Demikian pula dalam karir.   Kita bisa sukses habis-habisan dalam suatu posisi atau pekerjaan tetapi bukan tanpa pengorbanan di bidang yang lain.  Seseorang yang gila kerja &lt;i&gt;(workaholic)&lt;/i&gt; akan mengalokasikan hampir semua waktunya demi kesuksesan proyek atau karir yang tengah ia perjuangkan.  Dengan demikian kehidupan sosial dan rumah tangga-nya mungkin agak sedikit terabaikan.  Salahkah keadaan ini?   Tanpa bermaksud berfihak kepada pendapat dari kedua ekstrim, sebenarnya tidak ada yang patut dipersalahkan.  Kondisi setiap orang (perusahaan, bangsa ataupun negara) tentulah berbeda-beda dalam suatu saat.  Amatlah naif bila kita menyalahkan pilihan orang yang berbeda dengan kita.  Namun apapun pilihan itu kita tentulah harus mengerti prinsip pengorbanan tersebut di atas.  Untuk mendapatkan sesuatu kita harus mengorbankan hal yang lain. Mengapa demikian? sederhana saja kita (dan juga sumber daya alam secara umum) memiliki keterbatasan.   Hal paling arif yang bisa kita lakukan adalah meng-optimumkan sumber daya dan kesempatan (peluang) yang ada dengan kerusakan (dampak negatip) serendah mungkin (se-aman mungkin). Itu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-1350190448093843380?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/1350190448093843380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=1350190448093843380' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1350190448093843380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/1350190448093843380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/09/kita-tidak-mungkin-mendapatkan.html' title='Kita Tidak Mungkin Mendapatkan Segalanya'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RtkVaivfnWI/AAAAAAAAAAw/0PtK5mx-tOg/s72-c/Sculpture+face.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-7492520219803624108</id><published>2007-08-30T16:09:00.000+07:00</published><updated>2007-08-30T16:22:47.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemiskinan'/><title type='text'>Apakah kita Bangsa yang Peduli ?</title><content type='html'>&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;eberapa waktu lalu saya dan beberapa teman-teman melihat-lihat kehidupan masyarakat di daerah&lt;strong&gt;&lt;i&gt; Lebak, Banten.&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;  Belum lama berselang di daerah yang tidak jauh dari tempat tersebut sedang tersebar wabah &lt;i&gt;muntaber&lt;/i&gt;.   Ternyata memang kualitas kebersihan (dan juga kualitas hidup secara umum) masyarakat sekitar  rata-rata memprihatinkan.   Bila di perkampungan &lt;i&gt;kumuh&lt;/i&gt; Jakarta saja umumnya orang masih bisa menggunakan WC Umum maka masyarakat yang kami amati ini tidak demikian.   Tidak sedikit penduduk (terutama anak kecil) yang terpaksa memanfaatkan sembarang tempat untuk &lt;i&gt;membuang hajat&lt;/i&gt;.  Ini tentulah terasa memilukan.  Kondisi sanitasi hanyalah satu dari sekian banyak permasalahan di daerah tersebut.   Perumahan (bila dapat dikatakan begitu) pun jauh dari kondisi yang layak.  Semua kondisi ini sebenarnya hanya puncak gunung es semata.   Jauh di dasarnya &lt;i&gt;kemiskinan&lt;/i&gt;lah yang menjadi faktor penyebab.  Rendahnya pemerataan, pendidikan dan peluang.   Pertanyaannya, apakah ada yang peduli dengan nasib mereka? (Pemerintah? atau mungkin anda?). Mari bantu saudara-saudara kita ini, &lt;i&gt;Bloggers.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-7492520219803624108?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/7492520219803624108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=7492520219803624108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/7492520219803624108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/7492520219803624108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/08/apakah-kita-bangsa-yang-peduli.html' title='Apakah kita Bangsa yang Peduli ?'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-257286827241135855</id><published>2007-08-30T15:47:00.002+07:00</published><updated>2008-12-13T15:57:09.237+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peluang Usaha'/><title type='text'>Adakah Peluang ditengah Harga-harga yang naik?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RtaHlyvfnVI/AAAAAAAAAAk/XG4w7lWhGpg/s1600-h/give+me+the+money.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RtaHlyvfnVI/AAAAAAAAAAk/XG4w7lWhGpg/s200/give+me+the+money.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104416311016922450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B&lt;/strong&gt;iaya Tol Naik! Itu baru satu dari sederet kenaikan dimulai dari BBM. SIngkat cerita masyarakat semakin susah (Apapun alasan kenaikan itu).   Tetapi ada satu pertanyaan kreatif : adakah sebuah atau beberapa peluang bagus ditengah kenaikan harga ini?  Tentu saja pasti ada. Tergantung anda bergerak di bidang apa dan kemana akan memasarkan produknya.  Beberapa tahun lalu sewaktu menangani klien saya (sebuah perusahaan yang bergerak di bidang aromatic di kota Purwokerto) saya menghadapi sebuah &lt;i&gt;paradox&lt;/i&gt; yang mempesonakan saya.  Betapa tidak, pada saat mata uang rupiah kita anjlok justru perusahaan klien saya tersebut merenggut keuntungan yang berlipat.&lt;i&gt; A bless in disguise, indeed&lt;/i&gt;.  Bagaimana bisa? Sederhana saja. Perusahaan manufaktur tersebut mengandalkan bahan baku alam Indonesia yang kaya (lagi murah) yaitu saripati (essence) dari berbagai tanaman dan rempah (herbal) untuk kemudian diolah dan di-ekspor ke negara maju.   Jadi dengan membeli (via &lt;i&gt;Rupiah&lt;/i&gt;) perusahaan tersebut memperoleh penjualan (dalam &lt;i&gt;US Dollar&lt;/i&gt;)!  Jadi kemerosotan mata uang tak selalu merugikan.   Nah, ditengah gonjang-ganjing perekonomian Indonesia terkini pun tentulah ada saja kasus-kasus serupa ini.   Tinggal lagi anda sendiri yang harus jeli melihat peluangnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-257286827241135855?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/257286827241135855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=257286827241135855' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/257286827241135855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/257286827241135855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/08/adakah-peluang-ditengah-harga-harga.html' title='Adakah Peluang ditengah Harga-harga yang naik?'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RtaHlyvfnVI/AAAAAAAAAAk/XG4w7lWhGpg/s72-c/give+me+the+money.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-6092133819669626522</id><published>2007-08-18T19:11:00.000+07:00</published><updated>2007-08-30T16:08:07.426+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kreativitas'/><title type='text'>kemerdekaan tdk sama dgn kebebasan</title><content type='html'>Kemerdekaan (independence) memang secara umum dimaknai dgn kebebasan(freedom). Namun bila dikaji lebih dalam tidaklah  sesederhana itu. Bila kebebasan dapat bernuansa anarkis, individualistik dan anti sosial maka kemerdekaan lebih cenderung patriotik bernuansa kebangsaan dan rasa senasib sepenanggungan. Nah jadi  anda merayakan apa tgl 17 agustus ini: kemerdekaan atau kebebasan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-6092133819669626522?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/6092133819669626522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=6092133819669626522' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/6092133819669626522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/6092133819669626522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/08/kemerdekaan-tdk-sama-dgn-kebebasan.html' title='kemerdekaan tdk sama dgn kebebasan'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4020663737781343389.post-2367028139289826619</id><published>2007-08-15T16:45:00.000+07:00</published><updated>2008-12-13T15:57:09.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kreativitas'/><title type='text'>Terobosan dalam Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RsLNmtXIRQI/AAAAAAAAAAU/oHG9cPDtLA4/s1600-h/Picture3.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RsLNmtXIRQI/AAAAAAAAAAU/oHG9cPDtLA4/s200/Picture3.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5098863793032152322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;- Langkah Kreatif Menangani Masalah -&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua orang pernah menngalami&lt;strong&gt; &lt;i&gt;kemandegan&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;i&gt; (dead-end)&lt;/i&gt; entah dalam masalah keuangan, bisnis, keluarga atau asmara.   Sebenarnya  ini dapat diatasi dengan memanfaatkan &lt;strong&gt;kreativitas&lt;/strong&gt;.   Bila mendengar istilah Kreativitas biasanya yang terbayang adalah pekerjaan seniman seperti melukis atau menulis novel.  Padahal kreativitas dapat diterapkan  pada semua bidang, termasuk dalam kehidupan  sehari-hari.  Bahkan boleh dikatakan semua orang sukses di muka bumi ini memilikinya sebagai rahasia sukses.   &lt;i&gt;Proses Kreatif&lt;/i&gt; dimulai dari memahami masalah yang dihadapi, mencari inspirasi, menuangkan gagasan, dan meng-analisis serta mengevaluasi gagasan atau solusi.   Prinsip pokok dari pendekatan ini sebagaimana dinyatakan &lt;strong&gt;Edward De Bono &lt;/strong&gt;: &lt;i&gt;“berfikir keluar dari kotak”&lt;/i&gt; sehingga mampu menembus jalan buntu.   Bagaimana melakukannya ?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama : &lt;i&gt;Fahami Permasalahan&lt;/i&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang menyebut langkah ini sebagai “separuh jalan menuju pemecahan masalah”. Mengapa ? Sederhana saja, anda tidak mungkin mampu memecahkan masalah bila tidak memahami duduk perkara masalah.  Pelajari baik-baik berbagai aspek dari masalah.   Eksplorasi masalah dengan lebih dari satu sudut pandang.   Beranilah untuk melihat dari sisi  yang tidak biasa.   Belajarlah juga dari pengalaman orang lain bagaimana mereka menghadapi masalah yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kedua : &lt;i&gt;Cari Inspirasi&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Inspirasi ada dimana-mana, mulai dari langit-langit kamar, musik yang anda dengar atau Film yang barusan anda tonton. Setiap orang mempunyai minat dan bakat yang berbeda-beda namun hampir semua orang memiliki sesuatu hal  favorit sebagai sarana mencari inspirasi.  Manfaatkan hal itu sebaik-baiknya.  Ingatlah gagasan solusi  masalah biasanya lebih banyak muncul tidak pada saat berhadapan langsung dengan masalah tersebut.  Jadi alihkan fikiran anda sejenak ke tempat lain dan dapatkan gagasan menarik di sana.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga :&lt;i&gt;Tuliskan atau Visualisasikan Gagasan.&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan &lt;i&gt;block notes, tape recorder&lt;/i&gt;, camera digital atau ponsel anda.! Anda tak pernah tahu kapan ide bagus akan muncul dan ingatlah bahwa daya ingat manusia ada batasnya.   Biasakan mencatat dan jangan biarkan ide bagus hilang karena anda tidak bisa mengingatnya kembali! Ada beberapa teknik untuk menuangkan gagasan, seperti Peta fikiran &lt;i&gt;(Mind-mapping)&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Outlining and&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Clustering&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Sumbang saran (Brainstorming),&lt;/i&gt; &lt;i&gt;pareto&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Fishbone Diagram&lt;/i&gt; dan lain-lain&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ke-empat : &lt;i&gt;Analisis dan Evaluasi Gagasan.&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa ide  bagus tidak bernilai bila tidak dapat diterapkan. Pastikan apakah suatu gagasan mampu dijalankan dengan memilah-milah masalah secara teliti dan Ujilah berbagai kemungkinan.   Untuk mendapatkan suatu terobosan, anda harus berfikir dengan cara yang sama sekali tidak biasa alias tidak standar.&lt;br /&gt;Tentu saja keempat langkah di atas akan dirasakan sulit bagi mereka yang belum terbiasa.  Dibutuhkan lebih dari sekadar inspirasi dan keberanian untuk menjadi kreatif.  Anda perlu pula memiliki hal-hal berikut seperti kemauan keras dan disiplin&lt;br /&gt;Namun bila anda terus berlatih maka keterampilan berfikir kreatif akan menjadi rahasia kesuksesan anda. &lt;$$$&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4020663737781343389-2367028139289826619?l=sudutinspirasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/feeds/2367028139289826619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4020663737781343389&amp;postID=2367028139289826619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/2367028139289826619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4020663737781343389/posts/default/2367028139289826619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sudutinspirasi.blogspot.com/2007/08/terobosan-dalam-hidup.html' title='Terobosan dalam Hidup'/><author><name>sudut inspirasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10311692695780152226</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://i203.photobucket.com/albums/aa261/aldix_corner/topleft_i2c.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PImsZCUP838/RsLNmtXIRQI/AAAAAAAAAAU/oHG9cPDtLA4/s72-c/Picture3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
